Efek buruk twitter: membuat seseorang gemar mencari perhatian orang banyak, tapi setelah mendapat perhatian, meminta agar privasinya dihargai.
Oh puheleeeaseee...
Itu bodoh banget ya.
Kalo lo gak mau privasi lo diganggu-ganggu, jangan memberitakan ataupun berkeluh kesah tentang keseharian lo MELALUI TWITTER ataupun MELALUI JEJARING SOSIAL LAINNYA.
That's sOoOoOOO STUPID
Gue udah mulai lelah dengan orang2 yang gak bisa bedain 'dear diary' dan 'twitter' Kalo twitter tuh mini blog yang bisa di akses oleh orang diseluruh DUNIA dan 'dear diary' cuma bisa dibaca sama ELO dan... ELO!
Jengah banget gue...
Helloooww??!
Y U no get smart?!
Kalo gue, bikin posting di blog, karena gue pengen orang tau gimana cara pikir gue.
Sedangkan kalo bikin posting di twitter, jujur, saat itu gue emg lg butuh perhatian. Karena pengen ada yang komentar soal postingan yang baru aja gue buat.
Dan bukan untuk sok2 nutup2in dan berlagak punya rahasia dan punya hidup yg spesial dimana orang lain gak boleh tau kondisi gue.
Kalo lo mau orang gak ikut campur urusan lo, JANGAN bikin account jejaring sosial. Tolong banget.
NO MORE DEAR DIARY.
gue cuma nge-post ini, karena udah bosen sama perdebatan oknum-oknum yang tidak suka hidupnya dicampuri, tapi dia membuat 'teaser' mengenai cuplikan hidupnya lewat situs jejaring sosial.
agaknya kurang pintar.
*angguk angguk*
BalasHapusSerem..
*geleng geleng*
BalasHapusjaman sekarang keeenn.....